Selamat Datang

di Website Resmi Humas Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Tampilkan Kesenian, Bupati Minta Khas Daerah Bisa Dipertahankan

Dokumen Humas Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO-Desa Banuroja Kecamatan Randangan yang terkenal dengan ragam suku, agama, dan budaya selalu menampilkan ciri khasnya. Banuroja adalah desa yang dihuni oleh sembilan suku (Lombok, Gorontalo, Sangihe, Flores, Minahasa, Bali, Jawa, Toraja dan Batak) dan tiga agama (Islam, Kristen, dan Hindu).

Tentu dengan banyaknya suku, masing-masing memiliki khas sebagai identik kesukuan. Sehingga tak heran, ketika pelaksanaan kegiatan penyerahan bantuan perpustakaan desa berbasis digital dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di desa banuroja.

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga didampingi Plt. Kadis Perpustakaan, Abdulmutalib Dunggio, Anggota DPRD Pohuwato, Abdulah Diko, hadir pula Rektor UNG diwakili Direktur Program Pasca Sarjana, Prof. Dr. Hj. Asna Aneta, M.Si disambut dengan tari panyembrama. Secara umum, tari panyembrama adalah tarian penyambutan. Namanya sendiri bermakna penyambutan yang berasal dari kata dalam bahasa Bali “sambrama” yang berarti selamat datang.

Kemudian dilanjutkan dengan tari cenderawasih, sesuai namanya tari cendrawasih adalah tarian yang gerakannya terinspirasi dari kehidupan burung, sama seperti tari manuk rawa dan tari belibis yang juga merupakan bagian dari seni tari Bali. Selain tarian, penampian theater ekxpresi petaka dari para siswa ikut memeriahkan kegiatan yang berlangsung di desa banuroja, Rabu, (24/11/2021)

Bupati Saipul Mbuinga sangat menyambut baik penampilan yang dilakukan oleh suku bali dan juga theater ekspresi petaka. Ini menggambarkan bahwa keberagaman di desa banuroja sangat erat meski terdiri dari sembilan suku dan tiga agama.

Diketahui pula bahwa desa banuroja telah ditetapkan sebagai desa pancasila beberapa tahun lalu. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita semua, hanya saja diharapkan agar persatuan dan kesatuan tetap dijaga bersama.

Tarian yang disugukkan adalah sebuh kekayaan daerah pohuwato, karena masing-masing suku punya khas daerah yang diminta tetap dijaga dan dirawat untuk keberlangsungan kedepan bagi generasi akan datang, Artinya, meski zaman sudah berubah oleh ilmu teknologi, akan tetapi kekayaan atau khas kesukuan tetap dijaga untuk generasi kedepan.(IK)

Penulis:Iwan Karim

Editor:Sadrin Hasan